Terjebak



Ceritanya 3 hari yang lalu tepatnya Rabu tanggal 11 / 11 / 15. Hari itu tugas dari dosen seabrek. Presentasi kelompok dan presentasi individu. Tapi kelompok yang akan tampil belum ditentukan so, semua kelompok harus bersiap untuk presentasi pada hari itu ditambah presentasi individu yang juga akan ditunjuk pada saat kelas berlangsung. Jadilah saya begadang hingga dini hari pukul 03.30 untuk menyelesaikan semuanya. Teman-teman pun begitu. Kita harus membaca buku dan jurnal untuk dipresentasikan. Kuliah hari itu berlangsung pukul 08.00. Tidur 03.30 bangun 05.30 kuliah 08.00. Perfecto.

Masuk kelas dengan sedikit rasa puyeng akibat tidur yang cuma 2 jam. But, life must go on. Go ahead! Hahaha apasiihhh. Dua kuliah dihari itu. Yang presentasi nanti jam kedua. Kuliah jam pertama dari segi materi oke banget tapi sedikit ngantuk karena suara dosennya agak lower. Oke, Fine. Kuliah kedua pun dimulai. Siapakah kelompok beruntung yang akan dapat jatah presentasi minggu ini? Kelompok beruntung itu adalah…my group hahaha. Baiklah prof. we are ready!

Kuliah pun usai dan saya pengen cepat-cepat pulang ke rumah untuk istirahat. Apalagi sorenya saya harus mengajar lagi. Saya berempat dengan teman-teman dari lantai tiga mau kelantai satu menggunakan tangga lift kampus. Tangga lift saat itu kosong. Jadilah kami berempat masuk. Ternyata tangga lift nya naik dulu ke lantai lima. Di lantai lima, empat orang cowok masuk. Kami sama-sama mau ke lantai satu. Belum 5 detik keempat cowok itu masuk, tiba-tiba……..  aaaahhhhh GELAP. Dentuman agak keras berbunyi sekali. Mati lampu. Waaaahhhh…kami terjebak!!! Kami berada antara lantai lima dan empat. Di ruang yang kecil dan berisi 8 orang. Pengap. Oh my God bagaimana ini? Saya cuma bisa beristigfar. Teman-teman menyalakan senter hp dan mencoba menghubungi teman lain yang masih disekitaran kampus. Setelah ada cahaya, para cowok ini berusaha membuka secara manual pintu lift supaya ada udara yang masuk. Agar kami tidak sesak. Setelah pintu sedikit terbuka, para cowok ini berteriak minta tolong. Alhamdulillah ada orang yang mendengar teriakan kami.

Posisi kami yaitu antara lantai empat dan lima tapi peluang untuk keluar jika mati lampu berlangsung lama yaitu melalui celah lantai lima karena tinggi celah untuk ke lantai empat sekitar 20 cm saja. Kalau lantai lima ada 40 cm. Pihak kampus sudah datang. Mereka berteriak kepada kami supaya jangan panik sambil mencari cara supaya bisa mengeluarkan kami. Saya sesekali duduk karena sudah capek berdiri. Rasanya mau tertawa karena lucu tapi rasanya juga mau nangis terjebak dalam lift untuk pertama kalinya. Hiks.

Setelah beberapa lama, sekitaran 30 menitlah dan  lampu belum juga menyala akhirnya kami memutuskan untuk keluar lewat celah lantai lima yang tingginya sekitar 40 cm. Tapi sebelumnya pihak kampus meng-OFF-kan listrik dulu karena jangan sampai pada saat melewati celah itu dan listrik menyala malah lebih gawat lagi. Tubuh bisa terpotong…iiihhhh ngeriiiiii…

Akhirnya kami harus manjat lalu merayap untuk melewati celah itu. kami dibantu dari luar dan dari dalam para cowok juga ikut membantu kami yang cewek-cewek untuk keluar dari celah itu duluan. Saya yang sedari kecil gak pernah manjat dan semacamnya lalu harus berhadapan dengan situasi seperti ini   T.T   what a terrible experience!  Keluar dengan muka pucat pasi, ditambah tidur yang cuma 2 jam. Komplt deh capeknya. Alhamdulillah setelah sampai rumah, makan siang dan istirahat badan ini segar kembali. Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman ini dan apakah saya trauma menggunakan tangga lift?…NO guys hahaha tapi saya tidak akan mau menggunakan tangga lift seorang diri. Tak seperti dulu yang cuek bebek aja kalau sendiri naik lift. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau di lift itu cuma saya seorang.


Komentar

Posting Komentar