Semua orang bisa menulis. Menulis apa
saja yang ada dibenak kita. Entah itu dari apa yang kita lihat, dengar, dan
alami sendiri. Ada banyak fenomena-fenomena disekitar kita yang bisa kita
jadikan referensi untuk menulis. Ketika senang, kita mengekepresikan kesenangan
itu. Ketika sedih, kita juga bisa mengekspresikan kesedihan itu. Yang paling
mudah adalah menuliskan apa yang kita alami sendiri (self experience).
Untuk langkah awal, kita bisa
menuliskan apa yang ada dibenak kita. Menulis, menulis, dan terus menulis.
Ketika sekalipun kita tidak tahu apa yang akan kita tuliskan, yaaa tulis aja:
”saya tidak tahu apa yang akan saya tuliskan karena otak saya lagi mumet”,
“saya harus menenangkan pikiran saya terlebih dahulu” dan seterusnya misalnya.
Itu kan sudah menulis, mengungkapkan sesuatu yang ada dibenak kita. Latih
terus..terus..dan terus...jadi semua orang bisa menulis. Mengenai kualitas dari
tulisan kita yaa bertahap.
Practice..practice..and pranctice again. yang terpenting adalah menulis saja
dulu.
Setelah latihan terus menerus, semoga
tulisan kita bermanfaat buat orang banyak, ada hikmah yang bisa dipetik dari
tulisan itu, atau paling, tidak bermanfaat dulu buat diri-sendiri. Karena
dengan menuliskannya maka itu akan kekal abadi selamanya, hehehe....
Saya pun masih sangat kurang dalam
hal tulis-menulis, saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui berdasarkan
pengalaman-pengalaman sebelumnya. Beberapa kali ikut seminar kepenulisan pun
dikatakan bahwa langkah awal untuk menulis ya mulai menulis. Jadi, kalau mau
jadi penulis, ya mulailah menulis.
Keep writing guys...
Komentar
Posting Komentar