Berawal
dari mimpi ingin lanjut S2. Sejak selesai kuliah S1 tahun 2013 sudah diajakin
teman untuk lanjut pada tahun itu juga. Saya pun menceritakan hal ini ke orangtua
dan mereka mengatakan untuk istirahat dulu sejenak sambil kerja dulu. Saya juga
ya sudahlah kan masih bisa tahun depan atau tahun depannya lagi kalau masih
diberi umur panjang. Saya yakin suatu saat saya bisa lanjut S2 kalau bukan
beasiswa dari pemerintah insya Allah beasiswa dari orang tua,hehee.
Alhamdulillah,
mimpi itu dikabulkan Allah ditahun ini. Saya mendapatkan beasiswa tak terhingga
dari orang tua untuk bisa lanjut S2. Mulai 8 Juli kemarin sudah ikut
matrikulasi kampus dan masih berlangsung hingga saat ini. Alhamdulillah
wasyukurillah akhirnya Allah memberikan kesempatan ini pada saya. Tapi saya
juga harus mengorbankan banyak hal untuk sampai pada tahap ini. Salah satunya
saya harus resign dari tempat kerja saya karena disana kerjanya dari pagi
sampai jam tiga sore. Senin-Jumat. Disana izinnya ketat. Setelah dibicarakan
bersama pimpinan keputusan akhir ya saya harus resign. Awalnya kaget juga. Tapi
ya sudahlah rezeki masih bisa dicari ditempat lain. Padahal bersamaan dihari
saya resign itu ada panggilan ngajar di salah satu sekolah swasta tapi saya
tidak ambil karena mikirnya fokus ke kerjaan yang ada saja dulu.
Setelah
gak kerja sembari ikut matrikulasi kampus yang dua kali seminggu dengan tugas
seabrek, saya coba masukkan lamaran ke suatu tempat. Tidak lama, ada panggilan
untuk tesnya. Ternyata, tesnya bersamaan hari ujian matrikulasi di kampus yang
juga penting banget. Pertemuan terakhir matrikulasi untuk dosen pertama
sekaligus ujian. Nah, galau lagi deh. Saya minta diberikan yang terbaik pada
Allah. Saya pun menghubungi pihak sana yang memanggil tes supaya diberi
kelonggaran datang siang untuk ikut tesnya kalau bisa. Gak ada respon juga dari
pihak sana. Ya sudah, mungkin belum rezeki.
Walau
saya sangat menginginkan kerjaan ini karena sesuai bidang saya dan dengan
alasan yang lain. Tiga kali saya masukkan lamaran di tempat ini, giliran
dipanggil malah gak datang. Gimana coba rasanya??? Mau gimana lagi saya tidak
mungkin meninggalkan ujian ini. Hilang lagi deh satu kesempatan. Tapi gakpapa
kok. Sesuatu yang berharga berlalu untuk sesuatu yang lebih berharga di masa
depan. InsyaaaAllaaahhh. Saya yakin rezeki sudah diatur oleh-Nya. Kita tinggal berusaha
dan berdoa dengan sebaik-baiknya. Insya Allah suatu saat kesempatan lain akan
datang. Semoga kuliahku lancar, tepat waktu, ilmunya berkah. Amin.
Sabar ya, mba. Semoga ada ganti rezeki di tempat lain. :) Semangat kuliahnya~
BalasHapusiya makasiiihhhh mba :)
HapusSemoga dipilihkan yang terbaik :)
BalasHapusiya..aaamiiinnnn...
HapusIya, memang selalu ada yang harus dikorbankan.. Yaa semoga aja ditunjukkan jalan yang terbaik :)
BalasHapusAaamiiinnn,,makasih Mas udah baca :)
Hapus