Maka, bersyukurlah



Sejak berlangganan dengan artikel-artikel dari mba Anne Ahira, saya selalu mendapatkan pesan-pesan singkat berupa motivasi hidup lewat e-mail. Dan entah kenapa selalu sesuai dengan keadaan hati saat itu. Pernah dapat pesan kayak gini :

 “Mati adalah awal kehidupan. Hidup adalah pangkal kematian. Hidup dan mati, datang silih berganti, tidak ada yang kekal abadi. Itulah hukum alam yang hakiki. Oleh sebab itu, jangan takut mati, jangan mencari mati.

Selama hidup, lebih baik bersegeralah perbanyak kebaikan, syukuri diri dalam keadaan apapun, dan tahu diri dimanapun. Bebas, lepas, tidak terikat dan melekat, cerah ceria, berpikir optimis dan positif setiap saat, inshaAllah hidup senang, mati tenang”.

Yup, kalimat-kalimat akhir emang ngena banget buat saya. Banyak-banyak berbuat baik, bersyukur dalam keadaan apapun (ini yang terpenting), berpikir optimis dan positif serta berdoa. Dan jalan meraih impian terbuka lebar.

Tidak membandingkan kehidupan kita dengan orang lain karena kita semua spesial dengan keunikan diri kita masing-masing. Kita berharga, beruntung dengan apa yang kita punya saat ini. 

we all are special in our own way. Right?

Pernah juga saya baca-baca rahasia kesuksesan dari para peraih sukses salah satunya karena rajin bersyukur. Sebelum mereka-mereka ini membuka mata dipagi hari, sudah ditanamkan dalam dirinya untuk bersyukur dengan nikmat yang diberikan. Sebelum tidur pun seperti itu. Pokoknya setiap saat kita memang harus bersyukur terhadap nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita yaa guys. If you are moslem, don’t forget to say  ‘Alhamdulillah’ in every moment you get.

Kemarin sempat ‘nyesek’ lagi nih gak tau juga penyebab pastinya apa. Semacam jenuh atau apalah terhadap aktivitas, dan mungkin kurang sreg terhadap sesuatu. Biasalah manusia, selalu saja ada hal-hal yang kurang gimanaa gitu. Trus, saya coba merenung apa yang membuat saya ‘nyesek’. Saya pun jadi sadar lagi kalau tak seharusnya saya begini, malah harus banyakin syukurnya. Allah selalu memberikan apa yang saya butuhkan. Memberikan saya keluarga yang luar biasa, mendukung setiap apa yang saya lakukan dan banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu atas semua nikmat-Nya. Maafkan saya ya Allah, saya tak mau jadi hamba yang kufur nikmat.

Sometimes, a problem can be clear just close your eyes and think it how to solve. Smile, and you can find the answer in your deeply heart.

Komentar

  1. Kadang kita adalah manusia yang lalai akan bersyukur :)

    BalasHapus
  2. bener, kita kadang suka lupa bersyukur. padahal nikmat dr Allah udah banyak bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa,,nikmat Allah tanpa batas kepada umat-Nya..

      Hapus

Posting Komentar