Enam Maret kemarin adalah ulang tahunku.
Alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Allah untuk lebih memperbaiki diri.
Apa yang spesial di ulang tahun kali ini? Sehat walafiat, masih bisa menghirup
udara segar dan menerima banyak doa dari saudara dan teman-teman adalah doa
terindah bagiku. Kami sekeluarga gak pernah ngerayain ulang tahun. Paling beli
kue, dimakan sekeluarga dan tiup lilin
untuk have fun aja. Ulang tahun
bagiku sebagai ajang refleksi diri sudah sejauh mana kaki ini melangkah, apakah
masih berada dijalur yang diridhai-Nya atau tidak, harus lebih baik dari
kemarin, dan tetap menebar kebaikan dimanapun itu.
Sebenarnya bukan mau cerita ulang tahun,
tapi karena yang mau kucerita ini ada hubungannya dengan ultahku, ya
udah..cerita dikitlah,hehee. Ultah kemarin, aku dapat a birthday present dari saudara yaituuuuu buku yang berjudul “Bulan
Terbelah di Langit Amerika”. Syenaangnyaaaaa, la..la..la..la..la. Aku sudah
kasih kode sih ke mereka sebelumnya,hehee. Eh bukan kode sih tapi langsung
bilang maunya aku apa,hahaa. Menjelang ultahku, aku bilang gini : “Eh, kalo mau
ngasih hadiah beliin aja buku itu Bulan
Terbelah di Langit Amerika”. Pas dihari ultahku, si adik ngasih buku
tersebut. Alhamdulillaaahhh. Sudah lama incar buku tersebut. Tapi ya gitu deh,
godaan untuk beli kebutuhan yang lain lebih besar. Kebetulan ada momen, ya
bilang aja sama adik, hihii dan ternyata dikabulin. Thank You sistaaaaahhhhh.
Nah, ada apa dengan buku ini? Menurutku
buku ini sangat menarik. Recommended
deh. Bukan promosi yaahhh. Tapi emang kereeen nih buku. Masih seputar kisah Mba
hanum dan Mas rangga di negeri orang. Buku ini tidak hanya sekadar cerita
travelling biasa tapi ada sesuatu yang lebih dan lebih. Kalau 99 Cahaya di Langit Eropa yang merupakan
perjalanan spiritual mereka berdua yang mengunjungi tempat-tempat menakjubkan,
kali ini kisah mereka merupakan perpaduan traveling,
fakta sejarah dan ilmiah, spiritual, dan drama. Penyampaiannya pun sangat
mengalir yang seolah bercerita dihadapan kita. Membaca buku itu seperti kita
ikut mengalami kisah yang ada didalamnya. Two
thumbs up for you both.
Oya, ada kutipan paragraf yang sangat aku
sukai dalam buku ini. Bunyinya gini :
“Ibrahim mengajari saya sesuatu. Usaha dan
berupaya sekuat raya, dalam keadaan apa pun, hingga Tuhan melihat kesungguhan
itu dan mengulurkan tangan-Nya. Ibrahim mengajari saya sesuatu yang bernama
ikhlas. Ikhlas terhadap takdir yang telah digariskan Tuhan, setelah usaha yang
maksimal. Harapan besar yang kandas, belum tentu sungguh-sungguh kandas. Tuhan
tak akan mengandaskan impian hamba-Nya begitu saja. Dia tak akan menaruh kita
dalam kesulitan yang tak terperi tanpa menukarnya dengan kemuliaan pada masa
mendatang. Itulah mengapa saya mendedikasikan hidup saya untuk umat manusia”.
Pas baca paragraf ini, rasanya
tuuhhh..emm..terenyuh..kalau make istilah sekarang “DISITU KADANG SAYA MERASA
TERENYUH”.Hiks.
Yah gitu deh pokoknya.
Komentar
Posting Komentar