Warna-warni Dunia Mengajar



Kalau kenal sama orang baru, pastinya yang ditanya adalah tentang diri kita. Yaa standarlah paling nama, alamat, dan lagi sibuk apa sekarang ini dengan kata lain pelajar-kah, mahasiswa, udah kerja atau pengacara (pengangguran banyak acara). Kecuali kalau ada niat lain seperti PeDeKaTe, pasti nanyanya udah punya pacar gak? Huuuhhh baasiiii!

 Ya karena saat ini kuliah udah selesai dan sekarang aktivitasnya lagi ngajar ya saya jawab aja sekarang lagi sibuk ngajar aja. Oh pengajar ya, guru ya. Pasti nanya lagi guru apa dan bla..bla..bla beserta embel-embelnya. Apalagi kalau ditanya pernah ngajar tingkatan apa saja? Wah, kalau sudah gini pasti panjang ceritanya. Bagus kali yahh, kalau lain kali ada yang nanya ginian suruh baca blogku aja. Kasih link-nya yang ini daaannn suruh baca selengkap-lengkapnya, mueehheehehhee…

Kalau pengalaman ngajar sudah lumayan yah karena saya ngajar emang sejak kuliah semester 5 awal sampe sekarang. Pernah ngajar anak SD kelas 1, 2, 5 dan 6, SMP dan SMA bahkan SMK. Pernah ngajar di sekolah, bimbingan belajar, dan privat. Bahkan sekarang merambah ke dunia anak-anak banget. Yapp kelas TK. Semuanya memiliki keunikan sendiri-sendiri.

Kalau yang paling enak diajar sih dari segi manajemen kelas ya pastinya SMA lah ya. Mereka udah pada dewasa sehingga nggak susah-susah amat diatur tapi penyajian dan penguasaan materi harus mantap cooiiii. Apalagi kalau siswanya cerdas-cerdas. Tapi, pengecualian buat anak SMK yang pernah saya ajar. Wuuiihhh, mereka tidak memprioritaskan belajar sebagai nomor satu. Hemm, tergantung SMK jurusan apa dulu kali yaaa. Kalau yang pernah saya ajar sih SMK kelas X dan XI jurusan teknik otomotif, teknik listrik, dan teknik komputer jaringan. Kalau yang komputer jaringan masih agak mendingan. Selain itu wadduuuhhhh ampun saya ajar mereka. Tapi seru juga sih,hehee. Bagaimana tidak, dalam sekelas ada 30-an lebih dan semuanya cowok. Gubraaakkkkk. 
Kalau ngajar anak eSeMPe, kita akan memasuki dunia ababil. Siap-siap mendengarkan istilah alay, hehee. Mereka masih sibuk-sibuknya mencari jati diri. Harus pandai-pandai meng-handle kelas agar tetap tenang. Mereka suka ribut antara siswa cewek dan cowok. Tapi mereka bisa tenang kok kalau dihendel dengan baik.

Kalau ngajar anak SD siap-siap teriak kencang. Tapi jangan kayak orang utan juga,hihihi. Secara penyajian materi gak sulit, tapi menghendel kelas yang harus cekatan, enerjik, dan penuh tenaga dalam #ehh. Apalagi jika sekelas ada banyak. Semangat kaka guruuuu…

Nah, kalau ngajar anak TK siap-siaplah ketawa atau senyum-senyum sendiri dengan aksi polos dan lucu mereka. Dan jadi artis di kelas karena sering-sering  bernyanyi riang gembira,hehee. Terkadang tingkah mereka gak pernah kita duga sebelumnya yang akan membuat kita tertawa. Kalau hendel anak TK sejauh ini baik-baik saja yaa. Yang susah tuh kalau mereka lagi main dan satu mainan diperebutkan oleh dua orang atau lebih. Atau disuruh baca buku dan mereka ingin buku yang sama. Huufftttt. Kalau sudah begitu, saya ambil saja tuh mainan atau buku dan tidak ada yang boleh menggunakan. Diam tuh mereka,hahaha. Maapp ya anak-anak.

Tadi itu dari segi level kelasnya. Sekarang dari segi formal dan tidak formalnya tempat ngajar. Kalau ngajar di sekolah baik milik pemerintah atau swasta kita harus serba formal. Pakaian, bertutur, dan segalanya harus formal. Jadi sedikit lebih kaku. Tapi kalau ngajarnya di bimbingan belajar kita bisa lebih bebas berekspresi. Siswa dianggap seperti teman. Nah, tapi kalau ngajar di bimbingan belajar, kita harus lebih update dalam segala hal supaya nyambung dengan siswa. Update materi pelajaran, update bahasa alay, sampai iklan yang lagi booming yang kadang digunakan heboh-hebohan di kelas. Pokoknya update segala macam informasilah yaa. Karena itu bisa jadi bahan candaan di kelas supaya gak terlalu kaku. Apalagi kalau pengajar yang tipe humoris, itulah yang paling disukai siswa.

Lain lagi kalau ngajar privat. Ngajar privat tuh sebenarnya harus ekstra sabar menghadapi siswa. Kita hanya berhadapan dengan satu atau dua orang anak. Kalau anaknya baik, manis, dan gak banyak maunya okelah fine. Tapi kalau anak yang dihadapi gak terlalu niat belajar, hanya privat karena mengikuti kemauan orang tuanya yang mengharuskan anaknya belajar ekstra, kita juga harus ekstra sabar. Bagaimana tidak, kalau kita sudah semangat 45 mau ngajar dia, tapi dianya acuh tak acuh saja, jadinya ribet. Belum lagi kalau ibunya ngawasin kita yang ngajar anaknya. Huuuffttt, charge kesabaranmu sampe 100 % sebelum berangkat dan jangan lupa berdoa. Emang yang kita hadapi cuma satu atau dua biji tapi disitu jugalah tantangannya. Kalau dianya gak minat, kita harus cari cara supaya dia tertarik apa yang akan kita ajarkan, gituuuuuuhhhh.

Hemmm, segini dulu yah cerita-ceritanyaaa…besok udah Senin tuh, semangat beraktivitas kembali :-)


Komentar

  1. Gue juga sekarang udah jadi guru, ngajar anak kelas 3 SD.. dan kelakuan mereka kebanyakan ajaib2 ...
    mungkin kapan2 perlu ditulis di blog juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, anak-anak memang selalu bertingkah unik dan ajaib :-)
      mksih sdh berkunjung...

      Hapus

Posting Komentar