I am so Lucky Today



I am so lucky today atau saya sungguh beruntung hari ini, apakah ini bermakna saya beruntung hanya hari ini? Dan besok serta besok-besoknya lagi  tidak? Oh NO, jangaaaaaaannnn. Semoga saya semakin beruntung lagi di masa-masa yang akan datang. InshaAllah. Aamiiiinnnn ya Allah.

Sejak pagi tadi, setelah saya bangun tidur, saya memang sudah menanamkan dalam diri bahwa saya akan beruntung pada hari ini. Boleh dikata semacam  men-sugesti diri. Sampai-sampai saya nge-tweet hal ini. 

 Ini dia tweet saya pagi tadi


Mengapa saya menulis demikian? Agar terekam di benak saya bahwa keberuntungan menghampiri saya. Saya mensugesti diri pada pikiran yang positif sehingga tertanam di alam bawah sadar. Juga menjadi doa buat saya sebagaimana ucapan adalah doa. 

Saya pun memulai aktivitas sambil menanamkan dalam diri bahwa saya beruntung hari ini. Lalu, apa saja keberuntungan yang saya dapatkan? 

Pagi tadi menjelang siang saya mencari dua alamat berbeda yang saya belum tahu sama sekali. Masing-masing saya hanya bertanya sekali pada dua alamat ini dan langsung dapat alamat tersebut. Saya pikir ini keberuntungan karena saya tidak perlu keliling setengah gila untuk mendapatkannya, hehee. Karena alamat yang saya cari cepat ditemukan sehingga boleh dikata urusan lancar jaya.

Saya pun rencana akan singgah ke Gramedia dulu tuk me-refresh otak. Setelah sampai di Gramedia saya pun menelusuri buku-buku yang saya anggap  menarik dan jika ada yang covernya  terbuka saya numpang baca dulu,hihii. 

Ditengah asik-asiknya saya membaca, tiba-tiba ada seorang ibu paruh baya yang menegur saya, 

Ibu.........Nak, bisa tolong carikan saya buku tentang shalat Tahajjud? Saya sudah capek mencari tapi tidak dapat

Saya.......Oh iya Bu, tunggu saya carikan (kemudian berjalan ke rak sebelah mencari buku tersebut)  
Ibu.........Maaf Nak sudah mengganggu 

Saya.......Oh tidak apa-apa Bu (sambil celingak-celinguk mencari buku)

Saya.......Ini Bu (sambil menunjukkan buku tentang Tahajjud)
Ibu.........Emm, terlalu tebal dan besar Nak

Saya.......Ini Bu? (menyodorkan yang lebih tipis) 

Ibu.........Ada tidak yang kecil seperti buku saku?

Saya.......Oh yang kecil Bu? 

Setelah nemu yang mirip buku saku saya kembali memperlihatkan

Saya.......Seperti ini ya bu? (sambil memperlihatkan buku saku panduan shalat tahajjud) 

Ibu.........(terlihat sumringah) Oh iya betul Nak, persis seperti ini yang saya cari. Terima kasih Nak   ..............semoga dilancarkan rezekinya karena sudah menolong Ibu.
Saya.......(sambil tertegun) Iya Bu. Aamiiiinnn. 

 Ini nih buku yang dicari si Ibu tadi


Saya pun merasa sangat bahagia bisa menolong ibu itu. Ditambah lagi saya didoakan olehnya. Ya Allaaahh, senang sekali rasanya saya didoakan oleh ibu tadi padahal yang saya lakukan menurut saya itu biasa saja. Toh juga nyarinya gak susah. Mungkin menurut kita hal itu biasa saja tapi menurut orang yang kita tolong, hal itu adalah sesuatu yang (bisa jadi) tidak biasa.

Saya memang sungguh beruntung hari ini. Makasih Tuhan. Dan semoga besok-besok makin beruntung. Yeeaaaaayyyy.
 

 
  
 
 
 


 
 
 
 
 

 
 


Komentar