Selingan Pagi

Pagi tadi, setelah melakukan serangkaian aktivitas wajib di rumah (baca: nyapu dan ngepel) mama datang dari antar adik ke sekolah dengan membawa sebungkus nasi kuning. Alhamdulillah ya abis kerja tetiba ada makanan,hehee. Saya dan mama makan bareng nasi kuning itu yang porsinya memang banyak sambil nonton TV. Setelah makan, mama berangkat ke sekolah mengajar. Tinggallah saya di rumah sendirian. Papa juga udah ke kantor dan adik ke sekolah.
 
Saya pun iseng-iseng memindahkan channel TV dan nemu film kartun. Saya lupa film kartun itu judulnya apa tapi dalam film kartun itu seorang kakek menyajikan sebuah cerita ke cucunya yang menceritakan karakter tokoh hewan, yaitu: Kera, Musang, dan Kancil. Ceritanya gini: 

Di sebuah hutan, ada seekor Kera yang sangat suka makan buah manggis. Ia memiliki kebun manggis yang sangat lebat buahnya. Hal itu diketahui oleh seekor Musang. Suatu hari, datanglah si Musang menemui si Kera itu. Kata si Musang, “aku bisa membuat satu buah manggis menjadi tiga buah ”. Ditunjukkannya aksi sulap si Musang. Si Kera pun takjub akan hal itu. “ Begini ya Kera, bagaimana kalau pohon manggis mu ini serahkan dulu padaku agar hasilnya berlipat-lipat. Setelah dua bulan kamu boleh datang kesini lagi dan kamu akan mendapatkan buah manggis yang saaaaaaangat banyaaakk”, kata si Musang lagi. Kera pun menyetujui akan hal itu. “Tapi kamu janji ya, setelah dua bulan nanti dan aku datang kesini dengan buah manggis yang banyak”, kata Kera. Musang pun mengiyakan. Jadilah buah-buah itu dinikmati sepenuhnya oleh si Musang. 

Dua bulan kemudian…

Datanglah si Kera menemui si Musang yang sudah berjanji akan  buah manggis yang banyak. Ketika si Kera melihat pohon manggisnya, buahnya sudah habis tak bersisa. Kera berkata, “Ini sudah 2 bulan lebih, mana janjimu yang kau katakan padaku dahulu bahwa buah manggis itu akan panen lebih banyak dari yang sebelumnya”. “Ini belum dua bulan Kera, coba kau lihat bulan diatas sana masih tetap satu kan?” Kata Musang. Huuuuuhhh dasar akal licik si Musang --_--

Kera pun marah bukan main. Datanglah ia menemui si Kancil yang dari dulu memang terkenal cerdik. Kera mendatangi si Kancil dan menceritakan apa yang terjadi padanya. Mereka pun bertemu antara si Kera, Musang, dan Kancil supaya mengetahui seluk-beluk sebenarnya permasalahan tersebut. Tapi tetap saja si Musang menunjuk bulan yang cuma satu. Kancil pun mengerti masalah yang sebenarnya dan mulai berpikir.
Suatu hari, si Kerbau datang menemui si Kancil yang ketakutan karena melihat bayangannya di air sungai yang jernih. Si Kerbau takut melihat bayangannya sendiri. Muncullah akal si Kancil untuk menyelesaikan masalah si Kera dengan teknik bayangan ini.

Malam hari dengan rembulan yang terang benderang si Kancil mengumpulkan beberapa temannya termasuk si Kera dan si Musang di dekat sungai yang airnya jernih. Mereka membicarakan masalah si Kera dan si Musang. “Kita putuskan malam ini, kalau saya bisa menunjukkan ada dua bulan maka si Musang harus mengembalikan  semua buah Manggis milik si Kera” Kata Kancil. Semua menyetujui akan hal itu termasuk si Musang. Kancil pun mengajak mereka ke sungai itu dan menunjukkan kepada Musang dan teman-teman yang lain bulan beserta bayangannya di sungai itu. “Nah, lihatlah ada dua bulan kan Musang” kata Kancil. Musang pun menyaksikan dua bulan yang sangat terang benderang. Dia pun pasrah dan menyerahkan semua buah manggis milik si Kera. SEKIAN. Apes deh si Musang, hihihi. Rasain.

Lumayanlah ya nonton ginian di pagi hari, pesan moralnya dapat dan penyajiannya ringan. Keserakahan pada akhirnya memang   membuat kita tidak mendapatkan apa-apa.


Komentar