Kota Daeng, I Miss You


Sudah pernah ke kota Daeng kah?

Kota Makassar yang merupakan ibukota provinsi Sulawesi Selatan dijuluki sebagai kota Daeng atau kota Anging Mammiri. Kata ‘Daeng’ sendiri berasal dari  salah satu gelar dalam strata atau tingkat masyarakat di Makassar. Daeng dapat pula diartikan ‘kakak’. Ada tiga klasifikasi daeng , yaitu: nama gelar, panggilan penghormatan, dan panggilan umum. Sedangkan anging mammiri artinya angin bertiup atau angin hembusan sepoi-sepoi.

Entah kenapa akhir-akhir ini saya begitu rindu dengan kota ini. Padahal belum juga cukup dua bulan terakhir kali berkunjung ke kota ini. Bahkan 2 Oktober kemarin sempat singgah sebentar waktu  dari kota Kendari  cuma di bandaranya saja karena setelah itu langsung meluncur ke kab. Bone lagi, kampung halaman saya. Walau dikata kota ini bukan tanah kelahiran saya tapi lumayanlah saya menghirup udara kota ini, dimulai tahun 2008 sejak saya resmi menyandang status mahasiswa. Jadi semacam ada ikatan batin dengan kota ini,hehee.

Sebagaimana kota-kota besar lainnya, Makassar juga tidak luput dari kemacetan. Terutama di hari sekolah dan hari kerja. Apalagi wilayah kota Makassar terus berkembang dengan pembangunan infrastrukturnya. Kota Makassar juga memiliki objek-objek wisata yang cukup menarik. Sebut saja Pantai Losari, Benteng Rotterdam, Benteng Somba Opu, Pantai Akkarena, Gowa Discovery, Trans Studio, Bugis Waterpark, dan lain-lain. Kuliner? Hemm, jangan ditanya…Makassar memiliki beberapa makanan khas yaitu Coto Makassar, Pallubasa, Sop Konro, Sop Sodara, Mie Titi, Pisang Ijo, Pisang Epe, dan masih banyak lagi *jadi laper. 

Belum lagi teman-teman masih banyak juga di kota ini. Rindu mereka juga, hangout bareng, seru-seruan bareng, bercanda bareng, dan hal-hal bareng lainnya. Rindu mallnya, MTC dan pasar sentralnya, Karebosinya dan tempat-tempat perbelanjaan lainnya tetepbelanja . Rindu juga rumah yang disana. Jalan bareng my sisters. Pokoknya semua hal yang ada di Makassar. Hiks. Kecuali kemacetan dan tingkat kejahatan yang terjadi, oh NO kalau itu menjauhlah.

Selain itu, rindu tempat PPLku sekaligus tempat ngajarku disana. Sekolah, guru-guru, my partner teacher, siswaku yang kadang buat ‘gila’ karena sekelas cowok semua. Belum lagi waktu ngajar di bimbingan belajar. Siswa-siswa SD ku yang lucu-lucu, siswa SMPku yang sedikit alay, dan siswa SMAku yang sebagian kritis. Adik les privatku, dan kenangan waktu jadi FO,hehee. Masih ada rindu yang tersisa?  Oh ya rindu kamu. Ya Kamu. Hemm semuanya membuatku rindu sepenuh hidup. **is playing---> Rindu Setengah Mati nya D’Masiv.

**paused**
 It’s okey. Rindu menciptakan ruangnya sendiri. Dan rindu ada karena perpisahan. 

**resumed**
 ~~Mari merayakan rindu~~

Komentar

  1. Kalo soal macet sih, Makassar jadi kota termacet setelah Bogor, Jakarta dan Surabaya. Tapi kalo soal kuliner.... Belum nemu kota yang mengalahkannya :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yesss, kulinernya memang sangat-sangat menggiurkan..nyaammm..
      btw, salam kenal:)

      Hapus

Posting Komentar