SIM yang Hilang

Bermula ketika 2 Mei 2014 kemarin terjadi peristiwa yang sebenarnya kurang mengenakkan untuk diingat yaitu tas saya diambil oleh 2 orang pengendara motor pada saat saya pulang kerja. Saat itu saya sedang mengendarai motor juga dan tiba-tiba ada pengendara motor yang mendekat daaannnnnn terjadilah peristiwa itu. Karena yang diambil satu tas maka segala sesuatu yang ada dalam tas tersebut raib termasuk dompet yang berisi kartu-kartu penting, salah satunya SIM C saya.

Ya sudahlah, saya harus sabar dan ikhlas atas kejadian yang menimpa saya. Cukup diambil hikmahnya dan dijadikan pelajaran agar lebih berhati-hati lagi kedepannya. Insha Allah akan diganti oleh-Nya dengan yang lebih baik. Walaupun ada rasa sedih tapi harus tetap berpikir positif.

Setelah kejadian ini saya agak was-was keluar mengendarai motor sendirian karena tidak punya SIM lagi. Rencananya mau mengurus SIM lagi setelah ada waktu untuk pulang ke kampung halaman. SIM saya yang sebelumnya juga dibuat di Bone (kampung halaman saya). Jadi rencana akan buat di Bone lagi apalagi KTP saya juga KTP Bone.

Ketika menjelang bulan Ramadhan, saya pulang ke kampung halaman. Saya ingin berpuasa bersama keluarga tercinta. Saya juga akan mengurus SIM C saya secepatnya. Selalu merasa was-was ketika mengendarai motor dan tidak punya SIM. 

*Cerita mengenai pengurusan SIM saya*

Saya janjian dengan sepupu saya untuk mengurus SIM karena dia juga tidak punya SIM. Setelah saya tunggu beberapa hari, dia sepertinya belum mau mengurus SIM secepatnya sedangkan saya akan segera mengurusnya karena merasa khawatir mengendarai motor tidak mempunyai SIM. Jadilah saya akan mengurus sendiri saja tanpa sepupu. 

Sebelumnya papi saya tahu kalau saya akan mengurus SIM C saya yang hilang. Dia pun memberikan saya uang untuk mengurus SIM C itu (udah gede gini masih minta duit, hehee maaf ya papiii). Papi kemudian menghubungi temannya yang ada di kantor polisi. Waktu itu hari Jumat, ketika waktu istirahat kantor papi pulang ke rumah dan memberi tahu saya agar sebentar siang setelah Jumatan saya ke kantor polisi mengurus SIM karena dia sudah memberi tahu temannya dan kata temannya saya disuruh datang setelah Jumatan. 

Papi akan masuk kantor lagi jam 2 jadi beliau tidak bisa menemani saya jadi mama yang menemani saya mengurus SIM tetapi saya disuruh mencari temannya papi dulu yang ada di kantor polisi. Setelah tiba di kantor polisi dan bertemu temannya papi, beliau kemudian mengantar saya ke tempat pengurusan SIM. Beliau mengantar saya menemui orang-orang yang akan ditemui kalau mau buat SIM. Setelah mengisi biodata dan berfoto, saya disuruh menunggu sebentar. Saya kemudian dipanggil oleh pihak bendahara untuk membayar SIM yang telah dibuatkan.

Ketika teman papi datang, beliau bertanya kepada saya, "sudah bayar?" saya jawab iya. Kemudian beliau memasuki ruangan bendahara dan berbicara sebentar kepada bendahara. Saya pun dipanggil kembali oleh bendahara. Dan apa yang terjadi??? uang saya dikembalikan. Kata temannya papi katanya tadi ada kesalahpahaman jadi uang saya dikembalikan. hihihihiii kesalahpahaman apa ya? lucu banget nih temannya papi :D

Jadinya saya mengurus SIM nya gratissss dan cepat pula prosesnya. Terima kasih ya Allah atas kemudahan yang kau berikan. Terima kasih juga papi, temannya papi, dan mama :)

Jadinya  uang yang diberikan papi untuk mengurus SIM dipake deh belanja bareng mama, hehee. Waktu saya tanya papi kalau SIM nya gratis dan cepat pula prosesnya katanya ya bersyukur, papi aja dulu waktu mengurus SIM bareng teman-temannya cuma dikasi diskon gak gratisss. Ehh saya malah gratisss. Padahal gak nyangka juga kalau akan gratis. Alhamdulillah ya berkah di bulan Ramadhan :)
    
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرً 
 “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah : 5)

Jadi, setelah peristiwa menghilangnya tas saya, Allah juga memberikan kemudahan kepada saya dalam mengurus SIM saya. Alhamdulillaaahhhh...

Komentar