Semangat UN Adik-adik :-)

Wah, besok adik-adik kelas 3 SMA (sederajat)  udah Ujian Nasional (UN) aja nih. Semangat buat kalian dan terus berdoa :) Kalau usaha pastinya sudah pada belajar dengan baik ya. Kalau 3 SMP masih kurang lebih 3 minggu lagi. Pokoknya usaha dan doa inshaAllah pasti bisa.

Flashback. . .

Teringat 6 tahun yang lalu (udah tua ya) ketika saya berada di posisi kalian. Seminggu sebelum UN rasa deg-degan semakin menjadi-jadi. Pelajaran tinggal diulang-ulangi saja karena sekolah saya waktu itu sejak awal naik ke kelas 3 kami sudah diberikan bimbingan, khususnya pelajaran Matematika. Kalau pelajaran yang lain 6 bulan sebelum UN kami sudah digembleng juga sehingga mendekati UN tidak berpikir yang berat-berat lagi namun sekadar pengulangan saja.

Setelah hari H tiba alhamdulillah saya bisa mengerjakan semua dengan baik sampai tiga hari kedepan. Waktu itu saya masih dapat yang 2 paket. Tapi sekarang tambah angka nol dibelakang jadinya 20. Ya 20 paket. Hemm...jadi gak bisa nyontek, hehee. Saya saja dulu yang 2 paket susah lirik-lirikan karena jarak antar teman agak jauh dan teman yang sepaket itu modelnya menyilang, gak searah . Apalagi sekarang? jadi terus belajar dan berdoa ya adik-adik :)

Setelah UN beres (walaupun belum lihat hasil akhir) ada kelegaan dihati karena walau bagaimanapun beban sudah sedikit berkurang. Untuk mengisi kekosongan sebelum tes SNM-PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) (sekarang SBM-PTN) saya pun mengambil kursus singkat selama kurang lebih 2 bulan untuk persiapan masuk perguruan tinggi. Nah, disini muncul beban baru lagi. Saya mau kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan yang saya inginkan. Apa pilihan saya waktu itu? Oke, sejak saya sekolah dari bangku SD-SMA saya sangat suka sama yang namanya pelajaran Matematika.  Pokoknya ada rasa puas ketika ada soal dan saya bisa menemukan jawabannya. Tapi, saya susah pada pelajaran yang menghafal. Ampun saya. Sebenarnya bisa tapi lamaaaaaa baru bisa menghafalnya. mungkin teman sudah satu paragraf saya baru setengah paragraf. Okesip. Jadi keinginan saya waktu itu spesifiknya ingin lulus di Universitas Negeri Makassar dengan jurusan Pendidikan Matematika. Saya mau jadi pengajar (guru/dosen).

Jadi pilihan saya waktu itu pertama Pendidikan Matematika, kedua Pendidikan Kimia (karena masih ada sedikit hitung-hitungannya). Karena saya mengambil program IPC (bisa gabung antara IPA dan IPS) saya pilihlah jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia karena masuk pada program IPS. Dan saya lihat juga kalau passing grade Bahasa Indonesia tidak terlalu tinggi seperti program IPA. Yaa...cadangan karena pilihan saya yang dua itu agak tinggi passing grade nya. Walau sebenarnya bukan cuma passing grade yang dilihat tapi dari segi peminat juga. Mulailah saya ada beban lagi. Istilah kerennya kalau sekarang GALAU. Bagaimana ya kalau tidak lulus? bagaimana ya kalau pilihan kedua atau ketiga yang lulus? bagaimana ya? bagaimana ya? dan sejumlah prediksi-prediksi yang kurang mengenakkan. Hemmm...untuk menenangkan hati dan pikiran, ya banyak-banyak berdoa dan rajin shalat Tahajjud.

Waktu demi waktu berlalu, pengumuman hasil Ujian Nasional juga sudah keluar dan alhamdulillah lulus. Tes SNM-PTN pun sudah. Sekarang semuanya diserahkan sama Allah. Kalau rezeki inshaAllah dapet. Ada cerita unik ketika dihubung-hubungkan antara mimpi yang dulu dan kenyataan sekarang. Saat-saat menunggu pengumuman hasil SNM-PTN ini, mungkin karena kepikiran terus kali yak,hehee...saya mimpi: pertama, dalam mimpi itu ada orang yang memberitahu saya kalau nama saya sudah ada dalam daftar kelulusan tapi entah jurusan apa. Kedua, di mimpi itu saya diberitahu kalau saya lulus di jurusan Bahasa Inggris. Lho kok Bahasa Inggris? saya kan tidak memilih jurusan Bahasa Inggris? Saya jadi berpikir, kalau saya lulus, kemungkinan di jurusan Bahasa Indonesia yang masih ada hubungannya dengan bahasa. Tapi kan saya maunya lulus di jurusan Matematika mamiiii...Lah itukan cuma mimpi, lihat nanti saja hasilnya gimana. Lulus atau tidak.

Setelah tiba hari pengumuman kelulusan SNM-PTN, wuiihhh rasa deg-degan nya maksimal. Waktu itu saya cuma lihat pengumuman via online di HP. Daaaaaaannnnnnnnnn?
1

2

3

......

Selamat,!!! Anda lulus pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Hemm...waktu itu rasanya gimana yaa? antara senang dan (sedikit) kecewa. Senangnya karena lulus dan (sedikit) kecewa karena bukan jurusan yang diinginkan. Tapi Mama waktu itu senangnya luar biasa karena saya bisa lulus. Dia mengatakan waktu itu bahwa saya harus bersyukur karena masih banyak teman-teman yang tidak lulus. Iya sih Ma, terima kasih sudah mengingatkan saya untuk bersyukur. Jadinya waktu itu saya terima dan coba jalani dulu karena melihat mama yang tidak masalah dengan jurusan yang saya lulusi walau dalam hati saya merasa.....ya gitulah...

Trus cerita uniknya tadi apa?
Entah unik atau tidak sih,hehee...Waktu itu kan saya mimpinya lulus di jurusan Bahasa Inggris, siapa kira di semester 4 waktu itu saya pindah jurusan Bahasa Inggris? cerita lengkapnya disini. Jadinya saya meraih gelar S1 di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Beberapa waktu lalu setelah saya lulus S1 Pendidikan Bahasa Inggris, saya kembali mengingat kalau saya pernah bermimpi lulus di jurusan itu sebelum saya kuliah dan ternyata benar. Ternyata saya meraih gelar S1 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Entah kebetulan atau apa tapi menurut saya ada campur tangan Tuhan. Saya juga tidak pernah menyangka kalau saya akan meraih gelar S1 di jurusan Bahasa Inggris. Unik gak? hehee...Yang terpenting ilmunya ya...Semoga bisa bermanfaat...

Pokoknya jangan pernah menyerah, kejar cita-citamu...terus berusaha dan berdoa. Sekali lagi semangat buat adik-adik kelas 3 SMA / MA / SMK yang akan mengikuti Ujian Nasional besok. Fighting Guyyysss!!!

Komentar