Modus Penipuan, Waspadalah!



Jadi, ceritanya kemarin siang (gak siang-siang amat) di tempat kerja saya, ada seorang laki-laki yang tiba-tiba datang. Saya pun menghampiri dan mengajak dia ngobrol. Inti percakapannya begini:

Saya          : ada apa?
Dia            : begini, bensin saya habis dan saya tidak mempunyai uang sama sekali. Jadi, saya mau meminjam uang.
Saya          : (terdiam sambil berpikir memasang tampang curiga)
Dia            : saya akan bayar besok bu, ibu bisa ambil no. hp saya  (sambil bersumpah pake nama Tuhan)

*nomor hape??? Itukan bisa direkayasa atau ganti kartu. Beres. Panggil ibu lagi. Emang tampang saya emak-emak?

Saya          : oke, tapi bisa pegang KTP atau apalah sebagai jaminan?
Dia        : (mulai gelagapan dan memeriksa saku celananya, tiba-tiba menemukan secarik kertas lusuh bertuliskan bahasa Arab dan menyodorkan kepada saya untuk digunakan sebagai jaminan)
Saya          : (dengan tampang heran) Lho kok??memangnya mau pinjam berapa?
Dia            : Rp 20.000 bu (sambil bersumpah lagi menyebut nama Tuhan untuk dikembalikan)
Saya          : bisa tidak Rp 10.000
Dia            : tidak bisa, bu. Itu tidak cukup

*Ehhh….dia yang mau minjam, dia yang mau menentukan, ckckck…saya berpikir dalam hati kalau cuma mau beli bensin kok Rp 10.000 tidak cukup. Bensin kan cuma Rp 6.500 / liter. Itu sudah lebih dari cukup. Mulai tidak beres nih orang.

Saya       : kalau begitu, pinjam ke  rumah makan sebelah saja (sambil menunjuk warung yang ada di samping kantor)

*saya sudah berbaik hati mau memberikan Rp 10.000 walaupun saya sudah tahu kalau ini hanya modus, eehhh dianya tidak mau. Yaudaaaaahhhhhh. Good bye!

Dia          : (merasa tidak berhasil lalu pergi)
Saya        : heemmmm…dassaaaarrrrrrrr…sekarang modus penipuan bermacam-macam yaaaaaa…

Oke, itu tadi cuplikan percakapan singkat saya dengan ‘orang aneh’ GEJE. Kemudian, kenapa saya mengatakan ini hanya modus?? Karena sebelumnya, saya sudah pernah 2 kali mendapatkan orang yang seperti ini, modusnya sama: KEHABISAN BENSIN dan mau meminjam uang. Dan mereka tidak kembali lagi, hahaha…

Yang aneh juga, kalau memang dia orang baik-baik mau meminjam uang, dia berani dong memberikan jaminan yang masuk akal, bukan kertas lusuh yang tidak jelas. Dan juga, uang Rp 10.000 sudah bisa beli bensin kalau memang hanya kehabisan bensin. Tapi dia malah nolak dan mengatakan tidak bisa. It’s so annoyed.

Sebenarnya, bukan masalah jumlah  uang yang ingin dia pinjam, tetapi sikapnya ini loh yang menipu. Menggunakan modus yang menurut saya sudah sangat basi.  Sama basinya dengan modus ‘kirimin mama pulsa’.

Hemmmm…zaman sekarang berbagai cara yang digunakan orang untuk mendapatkan uang. Mereka tidak memperhatikan  lagi halal-haramnya. Yang terpenting mereka bisa makan dulu. Mau itu halal, haram, urusan belakangan.

Jadi, WASPADALAH terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Telusuri dan gunakan logika. Sekian ‘curhatan’ saya kali ini. Semoga bermanfaat ^^

Komentar

  1. Ada" aja ya mbak modusnya :|, lebih berhati" ajalah sama orang yang gak dikenal -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa gitu deh mbak..harus lebih berhati-hati lagi...

      Hapus

Posting Komentar