Wahai sahabat, berbicara mengenai
rezeki kita sudah ketahui bersama bahwa rezeki itu sudah diatur oleh sang Maha
Pemberi Rezeki. Akan tetapi apakah karena itu sehingga kita hanya pasrah
menunggu datangnya rezeki tanpa melakukan apa-apa? Tentu tidak, kita harus
tetap menjemputnya dengan usaha dan doa.
Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu
kaum sebelum kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
(Ar-Ra’d: 11)
Pernahkah kalian merasakan
keajaiban doa dalam hidup? Ataukah merasa bahwa doa kalian tidak pernah
dikabulkan? Oleh karena itu kita harus mengetahui tata cara berdoa dengan baik. Ketika kita berdoa,
hendaknya hati dan pikiran kita benar-benar tertuju kepada-Nya. Selain itu,
ketika berdoa kita harus menaati adab dan memenuhi persyaratan, seperti menutup
aurat, berpakaian yang suci, suci dari hadas besar dan kecil, dan pada waktu
dan tempat yang mustajab.
Sedikit saya ingin bercerita
mengenai keajaiban doa dalam urusan rezeki.
Jadi kisah ini ketika saya masih duduk di bangku
kuliah. Ketika akhir-akhir semester 4 saya dan teman-teman memasukkan lamaran
kerja kami di sebuah bimbingan belajar di kota kami. Lama kami menunggu,
panggilan itu tak kunjung datang. Jadi, kata senior kami di kampus yang sudah
lebih dulu mengajar di tempat itu menyuruh saya dan teman-teman untuk apply
kembali di bimbingan itu karena memang penerimaan yang sebelumnya tidak ada
jurusan bahasa.
Oh ya, saya dan teman-teman
adalah jurusan pendidikan bahasa Indonesia di kampus kami. Walau pada akhirnya
saya beralih jurusan ke pendidikan bahasa Inggris. Dan ketika saya apply ke bimbingan itu, saya sudah
berstatus mahasiswa bahasa Inggris dengan jurusan yang akan saya ajarkan di
bimbingan itu insya Allah kalau diterima adalah bahasa Indonesia. Saya pikir,
tidak apalah kan saya juga sudah belajar 4 semester bahasa Indonesia dan apa
salahnya saya berbagi apa yang saya ketahui sambil menambah pengalaman juga dan
pastinya ini adalah rezeki.
Kebiasaan saya memang apabila
sehabis shalat lima waktu, saya selalu berdoa kepada Allah supaya diberikan
rezeki yang luas, halal dan berkah. Lima hari setelah apply lamaran, pihak bimbingan belajar tersebut menghubungi saya
dan teman-teman untuk tes microteaching yaitu
mengajar di depan senior-senior yang sudah lebih dulu berpengalaman. Disana,
selain menguji kemampuan pengetahuan kami juga menguji mental kami yang nantinya
akan berhadapan langsung dengan siswa dalam mengajar.
Alhamdulillah, saya dinyatakan
lulus dalam tes microteaching, selanjutnya tes tertulis dan wawancara. Setelah
menjalani serangkaian tes itu, saya menunggu hasilnya. Beberapa hari setelah
itu, hasilnya keluar dan saya dinyatakan lulus. Alhamdulillahirabbilalamin.
Mulai saat itu, kegiatan saya bertambah, bukan hanya kuliah semata tetapi juga
mengajar. Jadi pagi saya kuliah dan sore saya mengajar.
Masa-masa mengajar pun saya alami
dan rasakan. Ternyata, mengajar tidak semudah yang saya bayangkan. Ada banyak
karakter dalam satu kelas yang semuanya harus kita pahami. Semua meminta
perhatian yang lebih. Belum lagi siswa yang tidak mau memperhatikan, hanya
datang sekadar untuk meramaikan yang notabene mengganggu teman-temannya yang
ingin belajar. Disitu saya belajar bagaimana seharusnya sikap seorang pengajar mengahadapi
hal yang seperti ini. Belajar lebih banyak lagi dan membaca buku-buku cara
menghadapi siswa dengan bijaksana tetapi tegas.
Sejak mengajar, alhamdulillah
tiap bulan ada penghasilan. Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli
buku-buku. “Terima kasih ya Allah, Engkau mengabulkan doa-doaku selama ini
untuk diberikan rezeki yang halal dan berkah dan senantiasa mencukupkan rezeki
untukku.” Keajaiban doa itu betul-betul sangat dahsyat. Sebagaimana firman
Allah:
“Berdoalah
kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahannam dalam keadaan hina
dina.” (Gafir
:60)
Selain itu, doa tersebut akan
lebih dahsyat lagi apabila dimulai dengan membaca basmalah, salawat, dan
hamdalah. Setelah membaca berbagai artikel mengenai salawat dan mengetahui
keutamaan membaca salawat, maka saya
selalu mencoba untuk menerapkan membaca salawat baik habis salat fardhu maupun
dalam keadaan santai saja. Sebagaimana Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk
Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” ( Al-Ahzab: 56).
Allahumma
salli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.
Setelah sering-sering melantunkan
salawat ini, saya sering dimudahkan dalam urusan, rezeki lancar, dan terkadang
mendapat rezeki tak terduga, seperti: tiba-tiba saya ada kelas privat sehingga
ada rezeki tambahan lagi atau ada event di luar. Alhamdulillah...Allah
selalu memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya. Salawat memang doa yang sangat
indah.
Masih tentang salawat, pernah suatu
ketika saya dan adik lagi naik motor. Adik yang mengendarai motor dan saya yang
dibonceng. Waktu itu, kami mau ke rumah sepupu bersilaturrahim yang pada saat
itu juga masih suasana lebaran. Dia menyuruh agar HP nya saya yang pegang
karena dia lagi nyetir. Hp itu pun saya pegang.
Tapi kenapa ketika kami sampai di
rumah sepupu, HP itu sudah tidak ada ditangan saya. Saya juga tidak tahu, mungkin jatuh di jalan. Saya
dan adik semakin panik. Saya langsung baca salawat dan berdoa semoga HP adik
saya segera ditemukan. Dalam hati saya terus bersalawat dan kami keluar lagi
mencari HP itu siapa tahu ketemu di jalan. Setelah nomor di HP itu di hubungi berkali-kali
akhirnya tersambung juga dan ada seseorang yang mengangkatnya. Orang itu
menyuruh kita keluar menemuinya.
Ada rasa takut juga, jangan
sampai orang ini cuma pura-pura ingin mengembalikan HP itu. Tapi saya
terus-terusan berdoa. Saya merasa bersalah karena saya yang memegang HP itu
sebelumnya. Setelah kami menyusul keluar, kami melihat kerumunan orang. Saya
dan adik singgah, ternyata HP itu ditemukan oleh seorang sopir angkot yang
penumpangnya pada saat itu lagi banyak-banyaknya makanya ramai. Setelah kami menyebutkan
ciri-ciri HP itu, dia mengembalikannya kepada adik saya. Kami berterima kasih
yang sebesar-besarnya kepada sopir angkot itu. Semoga Tuhan membalas kebaikan
dia dan melapangkan rezekinya. Amin.
Saya dan adik akhirnya merasa
lega, hampir saja kami kehilangan HP tersebut. Alhamdulillahirabbilalamin, Ya
Allah, Engkau kembali menolong kami dan Engkau adalah sebaik-baik penolong.
Saya semakin yakin keajaiban doa itu sangat dahsyat.
Pernah juga suatu ketika, ada
acara yang dilaksanakan oleh pemerintah kota yang bekerja sama dengan bimbingan
belajar tempat saya mengajar. Waktu itu saya dan salah seorang teman ditunjuk
sebagai wakil dari bimbingan belajar itu untuk menjadi juri pada acara
tersebut. Kami mengiyakan dan alhamdulillah saya sangat speechless pada saat itu karena upah yang diberikan hampir setara
dengan upah yang saya dapatkan sebulan mengajar di bimbingan itu. Bahkan saya
dimintai lagi pada hari berikutnya. Subhanallah...Alhamdulillah.
Doa bagiku menjadi senjata yang
sangat ampuh. Doa adalah jalan keluar bagi setiap masalah. Doa adalah kekuatan
terbesar di dunia ini. Apapun masalah kita, serumit apapun itu, doa selalu bisa
memecahkan dan menjadi solusi yang terbaik. Doa selalu memunculkan apa yang
terlihat mustahil di mata manusia namun keajaiban itu terjadi. Dan disinilah cara
kerja Tuhan yang tidak bisa dinalar oleh otak manusia biasa. Tuhan memberikan
jawaban-jawaban indah atas segala doa-doa yang kita panjatkan.
Doa menjadi mutiara penyejuk jiwa
dikala hati sepi, menjadi hujan di kala musim kemarau, dan menjadi cahaya di kegelapan.
Demikian pentingnya doa dalam kehidupan umat manusia, sampai-sampai Rasulullah
bersabda bahwa doa adalah senjata bagi orang beriman, doa adalah tiang agama
serta sebagai penerang langit dan bumi.
Oleh karena itu, berdoa adalah
salah satu kewajiban bagi kita sebagai hamba Allah. Karena merupakan suatu
kewajiban maka berdoa adalah suatu perbuatan ibadah. Hal ini secara tegas telah
dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:
Doa
adalah otak (inti) dari ibadah. (HR. Tirmidzi)
Maka, perbanyaklah berdoa dalam
keadaan apapun, dimanapun, dan kapanpun karena sesungguhnya rahmat Allah sangat
dekat bagi orang-orang yang berdoa kepada-Nya.
Terima kasih ya sudah berbagi cerita, bermanfaat sekali ^^
BalasHapussalam kenal :)
salam kenal juga :)
BalasHapusblog kamu juga oke...