Cerita dari Kelas



Yakk, kurang lebih sebulan yang lalu  dapat  tawaran dari guru pamong waktu PPL (Program Pengalaman Lapangan) setahun yang lalu untuk kembali mengajar di sekolah tempat PPL waktu kuliah. Alhamdulillah juga sih, senang bisa kembali berbagi di sekolah itu, berbagi ilmu, berbagi cerita,hehee…Dan siswa-siswi yang saya ajar adalah mereka –mereka yang dulunya pernah saya ajar waktu PPL karena setahun lalu mereka kelas X, sekarang dikasihnya kelas XI, berarti mereka lagi, hahaha kita bertemu lagi ya adik-adik. FYI, disini saya mengajar untuk mata pelajaran bahasa Inggris.

Dari sini, cerita-cerita “seru” dari kelas dimulai. Jadi, saya diberi kepercayaan untuk mengajar di 5 kelas. Daaaaannnnn ke-5 kelas ini personil-personilnya adalah cowok, hahaha #ampunsaya. Bagaimana tidak, kelas-kelas yang saya ajar adalah kelas otomotif dan listrik. Pastinya para peminatnya pun laki-laki. Dan inilah yang kadang membuat saya pusing tujuh keliling. Hemmmm……

Sebelum bercerita mengenai keanehan-keanehan tingkah mereka di kelas, saya akan membeberkan sebuah FAKTA aneh,

*Fakta di kelas
Oh yaaaaaa…..ada satu hal yang tidak boleh disimpan sembarangan pada saat berada di kelas (berlaku di 5 kelas yang saya ajar) yaituuuu……PULPEN…..
Jangan sekali-kali menyimpan pulpen sembarangan, seperti di atas meja lalu ditinggalkan karena kurang dari 5 menit pulpen itu sudah melayang (entah kemana). Pulpen adalah barang berharga di kelas  jadi kemanapun kalian pergi harus selalu dibawa. Tempat paling aman yaitu di kantong baju atau celana.

Ada banyak tingkah-tingkah aneh, lucu nan ajaib dari mereka yang membuat saya selalu ingin tertawa walau dalam hati ingin marah kalau tingkah mereka over capacity. Pernah suatu waktu saya lagi memeriksa tugas-tugas mereka, tiba-tiba seisi kelas tertawa. Apa yang terjadi? Ternyata ada seorang siswa yang berdiri di dekat meja saya. Entah gimana ceritanya siswa yang berdiri di dekat meja itu ada tali terikat dibagian betisnya. Datanglah seorang temannya yang lain mengikat tali itu ke sebuah meja. Ketika siswa yang ada tali dibetisnya hendak berjalan, ia tertahan karena ulah temannya tadi. Hahaha…saya pun ikut tertawa. Mau marah tapi gak bisa nahan ketawanya juga.

Yang satu ini ceritanya lain lagi, ketika tugas yang saya berikan kepada mereka sudah selesai dan terkumpul di meja saya, hampiar setengah dari isi kelas keluar tanpa minta izin ketika saya sedang asyik memeriksa tugas mereka. Ketika saya melihat isi kelas, hanya sebagian siswa yang ada di kelas. Entah apa yang mereka lakukan di luar kelas, mungkin saja sedang menyaksikan kelas lain yang sedang berolahraga di lapangan. Karena kesal dengan tingkah mereka, pintu kelas saya tutup. Artinya mereka tidak boleh masuk sampai jam pelajaran saya selesai. Ini sebagai hukuman buat mereka yang seenaknya bersikap seperti itu.
Okeyy, cerita dari kelas udahan dulu yaaaa, next time lanjut lagi kalo ada yang menarik, hehee…

Kesimpulannya, jadilah seorang guru yang cakap. Tau menempatkan situasi yang ada kalanya kita harus tegas dan ada kalanya bersikap bijak. Guru adalah profesi mulia, ada tanggung jawab besar disana yaitu mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Profesi yang tidak boleh berhenti untuk belajar seumur hidup.

Komentar