Cerita ini kurang lebih hampir setahun yang lalu, saat aku
masih mahasiswa,hehee...
Suatu waktu aku mengendarai motor ke tempat aku ngajar,
tiba-tiba HP dikantong aku bunyi. Yaahhh karena waktu itu pas lampu merah juga
kuangkat deh tuh telepon, siapa tau penting. HP itu kuselipkan diantara telinga
dan helm, jadi sambil mengendarai sambil berbicara (piiisss pak polis kali ini
aja aku ngelanggar, lain kali gak deh,hehheee). Setelah selesai telepon, aku
tidak langsung menyimpan kembali HP ku dikantong, apalagi mengendarai juga kan
berbahaya. Jadi, pikirku nanti kalau udah sampai di tempat ngajar ku ambil deh
tuh HP kan ada helm yang menahan jadi nggak jatuh. Perjalanan masih sekitar 15
menit akan sampai ke tempat tujuan. Perjalanan ke tempat ngajarku juga sering
mengalami kemacetan, jadi fokus mengendarai motor.
Setibanya aku di tempat ngajar, aku buka tuh helm. Daaannnnn
tiba-tiba sebuah benda jatuh terlempar ke lantai. And whaaaattt??? Yang jatuh
itu adalah HP ku. Aku lupa kalau tadi aku menyelipkan HP di helm itu. Jatoh
deh! Yaaa karena HP nya sensitif (touch
screen) aku jadi khawatir banget. Pas ku cek tuh HP, hmm ternyata benar.
Ada garis memanjang dilayar HP ku berwarna hitam, kira-kira 3 cm panjangnya. Software nya yang bermasalah. Ya wajar
laahhh, tadi jatuhnya agak tinggi. Tapi ya udah mau gimana lagi pasrah aja.
Lagian masih bisa dipakai kok, cuma ada garis memanjang di layarnya. Aku pikir,
ntar deh bawa ke tempat service HP
kalo emang udah parah. Itulah tadi kronologis kejadian yang menimpa HP ku, hehee.
Semakin hari semakin bertambah panjangnya garis hitam dilayar
itu sekitar 4-5 cm. Jadi sekitar seminggu sampai dua minggu HP itu masih
kupakai ntar kalau emang udah nggak bisa dipakai aku bawa ke tukang service HP. Waktu itu juga kan bulan
puasa. Aku sibuk pagi dan sore hari mengajar dan malamnya salat taraweh.
Jadinya nggak sempet memikirkan untuk membawa ke tukang service HP. Tapi mikir juga kalau lama-lama dibiarin gini jadinya
parah karena pernah HP papa ku bermasalah softwarenya
dan beliau membiayai kurang lebih Rp200.000,00. Tapi selama masih bisa dipakai
ya gak papalah.
Trus cerita sedekahnyaaaa???
Jadi kalau taraweh kan
ada tuh kotak sumbangan yang diedarkan. Alhamdulillah aku juga rutin mengisi
kotak sumbangan itu walaupun sedikit. Aku juga kan masih berstatus mahasiswa
jadi uang jajan juga segitu-gitunya aja. Tapi suatu waktu aku pergi salat
taraweh dan aku berniat untuk bersedekah di kotak sumbangan mesjid itu lebih
dari biasanya. Kumasukkan deh uang senilai Rp20.000,00 , aku sebutin soalnya mungkin
ada hubungannya nanti dengan ceritaku. Nominalnya tidak seberapa sih tapi uang
di dompet saat itu juga udah menipis,hehee dan insyaAllah ikhlas. Aku berdoa
semoga berkah ya Allah.
Waktu terus berlalu. Lebaran kira-kira 5 hari lagi. Waktu itu
aku lagi di kamar sambil mengutak-atik HP ku. Aku baru tersadar kalau garis
memanjang di HP ku sudah tidak ada lagi. Aku juga tidak tahu pastinya kapan
garis hitam di HP ku itu hilang. Waaaahhhh....I am very happy deh pokoknya J. Berarti aku tidak perlu ke tukang service
lagi untuk memperbaiki HP ku. Aku berpikir sejenak, kok tiba-tiba garis
memanjang itu hilang??? Tapi syukur alhamdulillah banget, terima kasih ya
Allah. Engkau memang selalu mengerti hamba-hambaMu.
Setelah aku pikir-pikir lagi, aku jadi yakin kalau ini berkat
sedekahku waktu taraweh itu. Jadi, aku sedekah Rp20.000,00 dan kalau aku mau
hitung-hitung biaya perbaikan HP ku itu mungkin sekitar Rp200.000,00-an seperti
HP papaku dulu. Bisa jadi lebih. belum lagi membawanya ke tukang service lagi,
waktu, tenaga,biaya. Jadi Allah membalasnya 10x lipat bahkan lebih, seperti
firman-Nya:
“ Barangsiapa
membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan
barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan
melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya
(dirugikan).” (QS.
Al-An’am {6}: 160).
Ok, itu tadi salah satu pengalamanku tentang sedekah.
Teruslah bersedekah. Belilah segala kesulitanmu dengan sedekah.
Komentar
Posting Komentar