Allah Menegur dengan cara-Nya


Jadi ceritanya gini, waktu itu saya pulang dari tempat ngajar. Saya mengendarai sebuah sepeda motor untuk kembali ke rumah. Di perjalanan, terlihat kalau bensin motor udah mau abis. Ketika melewati tempat pengisian bensin, saya singgah. Tidak jauh dari tempat itu, ada seorang pengemis tengah duduk menengadahkan tempat uangnya yang dipakai untuk meminta.

Saya pun mengarahkan perhatian ke pengemis itu sambil nunggu antri isi bensin. Sempat terbersit dalam hati untuk memberikan uang kepada pengemis itu sebanyak Rp10.000 (saya menyebutkan nominalnya karena ada hubungannya dengan cerita sebentar). Tapi entah kenapa atau lagi merasa repot untuk mengambil uang lagi dalam tas sehingga saya pun berlalu (setelah mengisi bensin) tanpa memberikan apa-apa kepada pengemis itu. 

Di perjalanan, saya ingin membeli sesuatu. Singgahlah saya di sebuah mini market yang saya lewati. Setelah mengambil barang yang saya inginkan, saya menuju ke kasir untuk membayar belanjaan saya. Waktu itu, belanjanya sekitar Rp10.300. saya beri si kasir uang Rp20.000, karena ada lebihnya Rp300 dari Rp10.000 itu saya beri si kasir uang Rp500 supaya kembaliannya nanti Rp10.200 an gituuu...kalau Rp9.700 bikin tebal-tebal dompet,hehee.

Tapi entah disambar angin apa, tiba-tiba saya bilang gini “kembaliannya gak usah mbak”. Si kasir pun agak terlihat heran gitu. Tapi yang ada dibenak saya ketika saya mengatakan kembaliannya gak usah karena saya pikirnya uang saya tadi itu Rp10.500 jadi kembaliannya Cuma Rp200 makanya saya bilang gak usah,hahaha...

Setelah sampai di rumah, saya baru sadar kalo uang yang saya berikan tadi itu Rp20.000,huaaaaakkkk hahahaa. Pantes aja mba kasir nya tadi bengong...*mungkin ini kejadian langka ya mba? Hehee...dasarrrr begooo akunyaaa...masih terbayang-bayang betapa bodohnya saya waktu itu,hahaha...jadi saya ruginya Rp10.000 an gitu lah. Nahh loo tadi kan saya memang niatnya uang Rp10.000 itu mau diberikan kepada pengemis itu tapi gak jadi. Jadilah Allah yang menegur saya dengan cara-Nya.

Jadi, dari cerita ini saya memetik sebuah pelajaran berharga bahwa sesuatu yang sudah kita niatkan untuk diberikan kepada orang lain, yaa berikanlah. Di dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain. Karena pada hari itu Allah memang memberikan saya teguran dengan kejadian yang saya alami.

Cukup sekian temans, semoga bermanfaat^^

Komentar