Ketika Aku


Ketika aku sedih, aku memohon pada Allah tuk hilangkan kesedihanku. Berzikir, bersalawat, membaca Al-Quran tuk menenangkan hati ini. Dan pelan-pelan kurasakan kesedihanku itu menjauh.

Ketika hatiku gundah gulana, aku berpikir mungkin aku kurang mensyukuri nikmat-Nya yang telah diberikan padaku. Kucoba beristigfar, astagfirullahaladzim...astagfirullahaladzim...astagfirullahaladzim...Ya Allah Ya Rabbku maafkan aku. Dan kurasakan hatiku tenang.

Ketika aku lelah, aku mencoba beristirahat dan kutanamkan dalam hatiku “bersama kesulitan, ada kemudahan. Sebagaimana firman Allah: “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6). Dan semoga kelelahanku ini bernilai ibadah disisi-Nya.

Ketika semangatku surut, mencoba sesegera mungkin menyemangati diri-sendiri dengan membaca buku atau artikel tentang motivasi. Insya Allah semangatku kembali. Ketika aku kesepian, aku yakin Allah senantiasa bersamaku. Aku pun kembali tersenyum.

Dan ketika aku bahagia, aku tersenyum dan mencoba membagi kebahagiaanku bersama orang-orang disekitarku. Jadi aku tak punya alasan untuk tidak bahagia karena aku punya Allah yang akan selalu bersamaku. Yang tidak akan membiarkanku bersedih.

Happiness and sadness come and go but decide to be happy because we have Allah :)

Komentar