Kata ‘disiplin’ begitu mudah diucapkan tetapi
pelaksanaannya gampang-gampang susah. Mengapa? Terkadang kita sudah
menjadwalkan segala aktivitas, toh kenyataannya kita tidak konsisten menjalankannya.
Ada rasa malas, nanti saja (masih ada besok), ada juga yang lagi galau , dan
hal-hal lain sehingga kita tidak konsisten menjalankannya.
Disiplin diri memang harus dibiasakan sejak
dini. Bukankah ada pepatah yang mengatakan ‘alah bisa karena biasa’ . Kalau sudah terbiasa mendisiplinkan diri
sejak dini, bukan perkara sulit untuk dilakukan. Memang disiplin diri terutama
mengenai WAKTU agak sulit. Apalagi bagi kita yang tinggal di Indonesia. Ada
budaya ‘ngaret’ yang sudah mendarah
daging dan sulit kita ubah. Tapi semua itu perlahan-lahan bisa diatasi yaitu
dimulai dari diri- sendiri.
Terkadang kita harus keras terhadap diri
sendiri, kalau mengikuti kemauan, selalu saja ada alasan-alasan kecil yang
menyebabkan tertundanya sebuah pekerjaan dan nantinya alasan-alasan kecil ini
tumbuh menjadi alasan besar yang sulit diatasi lagi.
Apabila ada kerjaan/ tugas yang deadlinenya masih lama, kita sering
berkata “ah nanti saja, waktunya masih lama”, nah yang seperti ini nih yang
bisa menyebabkan kerepotan besar nantinya bila sudah hampir deadline belum lagi pekerjaan lain yang
menuntut untuk diselesaikan juga. Saya pun terkadang dan bahkan sering seperti
itu. Jadi, mulai sekarang marilah kita benahi diri kita dengan tidak
menunda-nunda pekerjaan yang bisa kita selesaikan sekarang. Perlu adanya konsistensi
yang kuat dari dalam diri.
Hargailah waktu karena betapa berharganya sang
waktu, kita tidak bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu walau semenit
saja waktu itu terlewatkan. Sebagaimana yang tertera dalam Alquran surah Al-ASR
(103: 1-2) Demi masa. Sungguh manusia
berada dalam kerugian. Olehnya itu, mulai detik ini manfaatkanlah waktu itu
sebaik-baiknya dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan bisa memberi
manfaat.
Komentar
Posting Komentar